Pendidikan di Jepang

Kamis, 01 Agustus 2013


1. Struktur pendidikan
------------------------------
Sama dengan Indonesia, di Jepang juga ada program Wajib Belajar (pendidikan dasar dan menengah) yang berlaku untuk penduduk berusia 6 hingga 15 tahun.
Tahun ajaran biasanya dimulai bulan April. Satu tahun ajaran dibagi menjadi 3 semester yang dipisahkan oleh liburan singkat musim semi dan musim dingin, serta liburan musim panas yang lebih panjang (lama liburan sekolah bergantung kepada iklim tempat sekolah tersebut berada). Di Hokkaido dan tempat-tempat yang banyak turun salju, libur musim dingin lebih panjang dan libur musim panas lebih pendek.

2. Preschool & Taman Kanak-kanak
-------------------------------------------------------
Pendidikan anak usia dini dimulai di rumah. Ada banyak buku dan acara televisi yang ditujukan untuk membantu ibu & ayah untuk mendidik anak-anak mereka dan metode ini dianggap lebih efektif. Sebagian besar pelatihan rumah dikhususkan untuk mengajar tata krama, perilaku sosial yang tepat, dan bermain terstruktur, meskipun jumlah verbal dan keterampilan juga tema populer. Orang tua sangat berkomitmen untuk pendidikan awal dan sering mendaftarkan anak-anak mereka di TK. Selain TK terdapat sistem yang dikembangkan dengan baik pusat penitipan anak yang diawasi pemerintah (hoikuen 保育 园).
Berikut ini kegiatan anak-anak di tingkat Tk (mulai dari jam 8.50 – 15.00) antara lain: masuk kelas, menaruh barang di loker, duduk di bangku masing-masing, absen, salam, materi hari ini, istirahat (ke toilet latihan cara buang air sendiri, cebok, dan mencuci tangan dengan sabun), menyanyi, senam pagi, kembali ke kelas, mencopot kaus kaki, bermain (di luar kelas/di kebun/halaman sekolah), merapikan alat bermain, bersiap makan (cuci tangan dan ugai = memasukkan air ke tenggorokan tapi tidak ditelan, untuk mencegah batuk/pilek), kembali ke kelas untuk makan siang (bento =bekal makan masing-masing), menggosok gigi, bermain di kelas (permainan tradisional atau modern), bersiap untuk pulang, menyanyi lagu/salam perpisahan, baris per kelas di depan sekolah, pulang.

3. Sekolah Dasar

Lebih dari 99% dari Jepang anak-anak usia sekolah dasar terdaftar di sekolah. Semua anak-anak memasuki kelas 1 pada usia 6 tahun, dan sekolah mulai dianggap sebagai peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak.
Hampir semua pendidikan dasar berlangsung di sekolah umum; kurang dari 1% dari sekolah swasta (karena sekolah swasta cenderung mahal).
Kebanyakan sekolah negeri, tidak mewajibkan seragam, namun harus mengenakan name tag di saku kiri baju. Lalu, biasanya ada juga badge di bahu kirinya, yang warnanya disesuaikan dengan tingkatan kelas (misalnya kuning untuk kelas 1).
Biasanya tas anak SD dilengkapi dengan peluit kecil (yang dibagikan gratis dari sekolah). Peluit ini diajarkan kpd anak-anak untuk ditiup kalo bertemu dengan orang asing (tdk dikenal) yang mengganggu.
Kemudian juga harus bawa thermos air minum tiap hari (karena gak ada pedagang kaki lima yang nongkrong di pagar sekolah). Mereka juga diwajibkan untuk membawa mug kecil (wadah air sbg tmpt kumur2 pada saat sikat gigi sehabis makan siang). Lalu lap tangan dan serbet untuk alas makan siang. Semua alat itudibawa bolak balik ke sekolah, kecuali sikat gigi dan mug (tapi harus dicuci dahulu setiap kali pulang). Siswa SD di Jepang memiliki tugas melayani makan siang (menuangkan makanan ke piring) teman-temannya (beregu bergantian sesuai piket). Hal ini dilakukan atas dasar untuk mengajarkan kerjasama tim dari mulai usia dini.
Pelajaran di tingkat SD biasanya hanya ada 4 yaitu : Huruf Jepang (menulis dan membaca), Matematika, Olahraga dan BudiPekerti.
Oh ya, pendidikan dasar di Jepang tidak mengenal ujian kenaikan kelas, tetapi siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di kelas satu secara otomatis akan naik ke kelas dua, demikian seterusnya. Ujian akhir pun tidak ada, karena SD dan SMP masih termasuk kelompok "compulsoy education”, sehingga siswa yang telah menyelesaikan studinya di tingkat SD dapat langsung mendaftar ke SMP.
Tentu saja guru tetap melakukan ulangan sekali2 untuk mengecek daya tangkap siswa. Dan penilaian ulangan pun tidak dengan angka tetapi dengan huruf : A, B, C, kecuali untuk matematika. Dari kelas 4 hingga kelas 6 juga dilakukan test IQ untuk melihat kemampuan dasar siswa. Data ini dipakai bukan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan hasil test IQ-nya, tetapi untuk memberikan perhatian lebih kepada siswa dengan kemampuan di atas normal atau di bawah normal. Perlu diketahui, siswa2 di Jepang tidak dikelompokkan berdasarkan kepandaian, tetapi semua anak dianggap `bisa` mengikuti pelajaran, sehingga kelas berisi siswa dengan beragam kemampuan akademik.

4. Sekolah Menengah Pertama
-----------------------------------------

Tidak seperti siswa SD, siswa SMP memiliki guru yang berbeda untuk mata pelajaran yang berbeda.
Instruksi di SMP cenderung mengandalkan metode ceramah. Guru juga menggunakan media lain, seperti televisi dan radio, dan ada beberapa pekerjaan laboratorium.
Oh ya, saya juga mendapat info bahwa semua orang harus belajar karya klasik sejak SMP. Karya tertua yang terkenal adalah GENJI MONOGATARI atau HIKAYAT GENJI yang umurnya 1000 tahun! Tidak hanya sebatas informasi saja yang diberikan di SMP dan SMU Jepang, namun mereka juga diajari Tata Bahasa Jepang Klasik yang dipakai pada saat HIKAYAT GENJI ini dibuat.
Di tingkat SMP dan SMA, sama seperti di Indonesia, ada dua kali ulangan, mid test dan final test, tetapi tidak bersifat wajib atau pun nasional. Di beberapa prefecture yang melaksanakan ujian, final test dilaksanakan serentak selama tiga hari, dengan materi ujian yang dibuat oleh sekolah berdasarkan standar dari Educational Board di setiap prefektur. Penilaian kelulusan siswa SMP dan SMA tidak berdasarkan hasil final test, tapi akumulasi dari nilai test sehari2, ekstra kurikuler, mid test dan final test. Dengan sistem seperti ini, tentu saja hampir 100% siswa naik kelas atau dapat lulus.
Selanjutnya siswa lulusan SMP dapat memilih SMA yang diminatinya, tetapi kali ini mereka harus mengikuti ujian masuk SMA yang bersifat standar, artinya soal ujian dibuat oleh Educational Board di setiap prefektur.

5. Sekolah Menengah Atas
-------------------------------------
Meskipun SMA tidak wajib di Jepang, 94% dari semua lulusan SMP melanjutkan ke tingkat SMA. Di tingkat ini, mulai banyak sekolah milik swasta (mencapai sekitar 55% ).
Siswa SMA tidak mengikuti ujian kelulusan secara nasional, tetapi ada beberapa prefecture yang melaksanakan ujian. Penilaian kelulusan siswa berbeda di setiap prefecture. Mengingat angka Drop out siswa SMA meningkat di tahun 1990-an, maka beberapa sekolah tidak mengadakan ujian akhir, jadi kelulusan hanya berdasarkan hasil ujian harian.
Untuk masuk universitas, siswa lulusan SMA diharuskan mengikuti ujian masuk universitas yang berskala nasional. Ini yang dianggap `neraka` oleh sebagian besar siswa SMA. Ujian masuk PT dilakukan dua tahap. Pertama secara nasional- soal ujian disusun oleh Ministry of education, terdiri dari lima subject, sama seperti ujian masuk SMA-, selanjutnya siswa harus mengikuti ujian masuk yang dilakukan masing2 universitas, tepatnya ujian masuk di setiap fakultas. Skor kelulusan adalah akumulasi ujian masuk nasional dan ujian di setiap PT. Seperti halnya di Indonesia, skor hasil UMPTN tidak diumumkan, tetapi jawaban ujian diberitakan via koran, TV atau internet, sehingga siswa dapat mengira2 sendiri berapa total score yg didapat. Siswa yang memilih Universitas dg skor tinggi, tapi ternyata skornya tidak memadai, dapat mengacu ke pilihan universitas ke-2. Namun jika skornya tidak mencukupi, maka siswa tidak dapat masuk Universitas. Selanjutnya dia dapat mengikuti ujian masuk PT swasta atau menjalani masa ronin (menyiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk di tahun berikutnya) di prepatory school (yobikou).

6. Perguruan Tinggi

Secara umum sistem pendidikan tinggi di Jepang dapat dikategorikan ke dalam 4 bagian, universitas (Daigaku), akademi teknologi (Tanki-daigaku), sekolah tinggi teknik (Koto-senmon-gakko) dan sekolah kejuruan (Senmon-gakko).
Hampir sama dengan Indonesia, lama masa studi untuk pendidikan tinggi (sarjana) adalah 4 tahun kecuali bidang pendidikan kedokteran yang relatif menghabiskan 6 tahun. Untuk tingkat studi lanjutan, biasanya dibutuhkan waktu 2 tahun (program master) dan 3 tahun (program doktor).
Tahun akademik dimulai sekitar bulan April dan berakhir Maret tahun berikutnya. Perkuliahan dibagi dalam dua semester, semester pertama berlangsung dari Maret sampai dengan September dan semester kedua dimulai dari bulan oktober dan berakhir Maret.
Bahasa yang umum digunakan dalam proses belajar mengajar adalah bahasa Jepang. Namun, ada beberapa program tertentu yang menggunakan bahasa Inggris sebagai perantara. Oleh karena itu setiap mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi ke Jepang perlu mempersiapkan kemampuan bahasa ini dengan sebaik mungkin.




Source: Jlun

Buat yang sering nonton Doraemon Minggu pagi, pasti pernah liat di akhir episodenya ada semacam step-by-step cara menggambar Doraemon yang diiringi sebuah lagu Jepang. Judul lagunya 'Doraemon Ekaki Uta'. Ekaki dalam bahasa Indonesia artinya pelukis, dan Uta artinya lagu. Jadi Doraemon Ekaki Uta itu artinya kira-kira 'Lagu untuk melukis Doraemon'.

Ini Lirik dan artinya.

Marukaitechon
(Gambar sebuah lingkaran dan sebuah titik)

Marukaitechon
(Gambar sebuah lingkaran dan sebuah titik)

Omame ni negadete
(Dari kacang, keluarlah akar)

Uekibochi
(Taruh di pot bunga)

Uekibochi
(Taruh di pot bunga)


Rokugatsu muika ni yuufoo ga
(Di hari ke 6, bulan ke 6, ada UFO..)

acchi itte kocchi itte
(Yang melayang kesana kemari)

Okkochite
(Dan jatuh)

Oike ga futatsu dekimashita
(Lalu buat 2 kolam)

Oike ni ofune wo ukabetara
(Taruh sebuah kapal dalam kolam)

Osora ni mikazuki nobotteta
(langit menampakkan bulan sabit)

Hige wo tsuketara
(Gambarkan kumis dan......jadilah)

..DORAEMON..

http://www.youtube.com/watch?v=OURF42g41Ws

one liter of tears

Kamis, 04 April 2013

belakangan ini aku merasa aneh..
kadang-kadang peglihatanku menjadi kabur dan otakku mulai pening,,,

one litre of tears

KENAPA SYARAF BISA BERHENTI BEKERJA UNTUK SEMENTARA...??

akulah yg paling sadar perubahan kondisiku..
bagaimanapun juga,,
aku tak tau apakah penyakit ini hanya sementara atau aku akan secara perlahan-lahan bertambah parah??
aku ingin menanyakan kenyataan penyakitku..
tapi...
tentu sajaa aku terlalu takut untuk mendgrnyaa,,,
aku tak harus tau untuk hal itu...
tidak masalah..
asalkan aku bisa hidup semampu yang kubisa...

sekarang aku sadar ..
jika aku benar benar  berusaha keras..
aku dapat melakukan beberapa hal yang sebelumnya kupikir tidak akan pernah bisa kulakukan karena kondisiku yg serius...
aku ingin tau,,
apakah setidaknya aku bs berguna utk seseorang??

sekarang,..aku bertarung melawan diriku sendiri..
aku tak bisa memiliki prasaan puas ketika aku sedang berjuang..
selagi aku menjalani semua kecemasan ini aku tau sgalanya tidak akan terselesaikan dengan meminta seseorang  mendengarkanku..tapi aku ingin mereka mencoba dan memahami apa yang kurasakan ..mendukungku walau hanya sedikit..




one liter of tears. .

aku punya perasaan yang membuat jantungku serasa diremas,,,
penyakitku berkembang menjadi jauh..
dokterku akhirnya berkata aku harus disuntik agar aku membaik..
setelah d suntik aku sakit kepala dan mual..
tapi mungkin karena obatnya sudah bekerja atau aku sudah mulai terbiasa dengannya..
jadi sakitnya berkurang..:)
pertama kalinya d suntik aku menderita karena efek sampingnya..
mual dan sakit kepala..
tapi dokter bilang suntikan tersebut membantu..

"kenapa penyakit ini memilihku..kata takdir tidak cukup utk menjelaskan..."

akupun kembali harus minum obat..
aku tak keberatan minum obat..bahkan jika obat itu memenuhi perutku..
asal aku membaik,,,
setiap kali ku pegang kepala..
aku dapat merasakan kehadirannya benar benar sangat mengganggu..

rasanya seperti d ujung tanduk...
keadaan akan memburuk kecuali aku segera memperbaikinya..
aku mencoba dengan keras..
tapi setelah beberapa saat air mata mulai mengalir ..
ini menjadi kebiasaanku..
dan AKU TIDAK MENYUKAINYA,,,!!

one liter of tears. .

aku ingin ke suatu tempat..
aku ingin memukul sesuatu sekuat tenaga..
berteriak dan menjerit. seperti orang gila.
jatuh,,,dan tertawa..
tapi pada akhirnya..
aku tak bisa kemanapun sendirian..
aku merasa sedih,,
aku hanya bisa menangis,,,:"(
aku menjadi sangat cengeng...
aku telah melaluinya selama hampir 3 tahun bersama "udem" ini..
rasa sakitnya sudah tak asing lagi aku rasakan,,
sekarang..
aku bisa menangis tanpa suara dan hidungku tak khan menjadi merah asalkan aku tidak menangis terlalu lama..
menangis bukan hal yang bagus,,
hanya membuatku capek,,
membuat mataku bengkak..
hidungku tersumbat..
dan membawa pergi nafsu makanku...
aku pun menjadi sering marah marah,,
sebenarnya,,
bukan karena orang lain yang salah..
hanya saja keadaan menjadi lebih buruk tanpa disadari..
kurasa seperti "penyakitkuuuu......


new life...

*19 januari 2013
kehidupan baruku pertama kalinya jauh dari rumah,,,dimulai!
aku ada d sebuah kamar yamg luas..
2 kamar..1 ruangan untuk dapur dan 1 kamar mandi..
mama bilang "tak apa sendiri..nanti akan terbiasa.."
aku cukup senyum..walau dlm hati ingin berteriak,,"aku gak mauu"..
aku gugup...
tak mngetahui kehidupan seperti apa yang menungguku disini...
aku mulai membiasakan hidup sendiri..
langkah telah berubah dan hari sepertinya berlari melewatiku..

libur..
hari yang aku nantikan akhirnya tiba,,
 mama..papa..dan saudaraku datang,,^_^
langit biru sangat indah,,,
awannya putih dan cantik,,
anginnya sedikit panas tapi tetap menyenangkan,,
tak ingin melewatkan hari-hari bersama mereka..
walau sedetikpun...:')