Tampilkan postingan dengan label inspirasiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasiku. Tampilkan semua postingan

saya bangga menjadi seorang PERAWAT

Rabu, 13 November 2013

Menjadi seorang perawat memang buka cita citaku dari dulu,, bukan keinginanku sendiri,,,
tapi menjadi seorang perawart adalah takdirku,, :D
wkwkwkkwkw
tapi meskipun begitu aku tak pernah menyesal menjadi seorang perawat,,
karena apaa?
aku kasih tau yaa alesannyaa...

  1. menjadi perawat itu tiap hari pasti belajar,, kenapa? karena menjadi seorang perawat itu identik dengan jam kerja yang bergantian atau yg dikenal dengan Shift,, selama bekerja perawat banyak belajar hal baru..baik itu tentang penyakit maupun obat-obatan,,:)
  2. perawat bisa melakukan perubahan buat kehidupan seseorang. karena perawat membantu KDM ( Kebutuhan Dasar Manusia ) setiap pasiennya,, kayak mandi, bantu ke toilet, bantu ganti baju, dan sebagainya,,,
  3. pekerjaan perawat itu juga kayak yang sepele padahal itu penting loohh.. kayak nensi ( mengukur tekanan darah ) , jadi asisten saat operasi, nyuntik, tanpa disadari pekerjaan seorang perawat itu lebih banyak dibandingkan dokter,, hehehe
  4. selalu bersyukur,,, ^_^ saat banyak pasien yang memiliki penyakit yang cukup berat, perawat bisa mengambil pelajaran berharga untuk selalu tetap bersyukur dengan kesehatan yang dimilikinya,,
Pokoknya banyaak deh yang bikin aku BANGGA MENJADI SEORANG PERAWAT  ^_^
Meskipun terkadang banyak yang menyepelekan profesiku katanya asisten perawat..padahal kita itu partner kerja loo... perawat kalo gak ada dokter gak bakalan bisa jalan begiru pula dokter tanpa perawat pasti kewalahan,,intinya kita sama2 slaing membutuhkan 1 sama lain,, profesi perawat maupun dokter itu bener2 profesi yang mulia...
jadi Masih berfikir kalo jadi perawat itu cuman ngeasistenin dokter doang ??



bahkan jadi seorang perawat masih bisa brnarsis ria koo,,, :D

Kebaikan orang tua dan balasannya..

Kamis, 01 Agustus 2013

Saat kita berusia 1 tahun, orangtua memandikan dan merawat kita. Sebagai balasannya, kita malah menangis ditengah malam.

Saat kita berusia 2 tahun, orangtua mengajari kita berjalan. Sebagai balasan, kita malah kabur ketika orangtua memanggil kita.

Saat kita berusia 3 tahun, orangtua memasakkan makanan kesukaan kita. Sebagai balasan, kita malah menumpahkannya.

Saat kita berusia 4 tahun, orangtua memberi kita pensil berwarna. Sebagai balasan, kita malah mencoret-coret dinding dengan pensil tersebut.

Saat kita berusia 5 tahun, orangtua membelikan kita baju yang bagus-bagus. Sebagai balasan, kita malah mengotorinya dengan bermain-main di lumpur.

Saat kita berusia 10 tahun, orangtua membayar mahal-mahal uang sekolah dan uang les kita. Sebagai balasan, kita malah malas-malasan bahkan bolos.

Saat kita berusia 11 tahun, orangtua mengantarkan kita kemana-mana. Sebagai balasan, kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah.

Saat kita berusia 12 tahun, orangtua mengizinkan kita menonton di bioskop dan acara lain di luar rumah bersama teman-teman kita. Sebagai balasan, kita malah meminta orangtua duduk di barisan lain, terpisah dari kita dan teman-teman kita.

Saat kita berusia 13 tahun, orangtua membayar biaya kemah, biaya pramuka, dan biaya liburan kita. Sebagai balasan, kita malah tidak memberinya kabar ketika kita berada di luar rumah.

Saat kita berusia 14 tahun, orang tua pulang kerja dan ingin memeluk kita. Sebagai balasan, kita malah menolak dan mengeluh, “Papa, Mama, aku sudah besar!”.

Saat kita berusia 17 tahun, orangtua sedang menunggu telepon yang penting, sementara kita malah asyik menelepon teman-teman kita yang sama sekali tidak penting.

Saat kita berusia 18 tahun, orangtua menangis terharu ketika kita lulus SMA. Sebagai balasan, kita malah berpesta semalaman dan baru pulang keesokan harinya.

Saat kita berusia 19 tahun, orangtua membayar biaya kuliah kita dan mengantar kita ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasan, kita malah meminta mereka berhenti jauh-jauh dari gerbang kampus dan menghardik, “Papa, Mama, aku malu! Aku kan sudah gede!”.

Saat kita berusia 22 tahun, orangtua memeluk kita dengan haru ketika kita diwisuda. Sebagai balasan, kita malah bertanya kepadanya, “Papa, Mama, mana hadiahnya? Katanya mau membelikan aku ini dan itu?”.

Saat kita berusia 23 tahun, orangtua membelikan kita sebuah barang yang kita idam-idamkan. Sebagai balasan, kita malah mencela, “Duh! Kalau mau beli apa-apa untuk aku, bilang-bilang dong! Aku kan nggak suka model seperti ini!”.

Saat kita berusia 29 tahun, orangtua membantu membiayai pernikahan kita. Sebagai balasan, kita malah pindah ke luar kota, meninggalkan mereka, dan menghubungi mereka hanya dua kali setahun.

Saat kita berusia 30 tahun, orangtua memberi tahu kita bagaimana cara merawat bayi. Sebagai balasan, kita malah berkata, “Papa, Mama, zaman sekarang sudah beda. Nggak perlu lagi cara-cara seperti dulu”.

Saat kita berusia 40 tahun, orangtua sakit-sakitan dan membutuhkan perawatan. Sebagai balasan, kita malah beralasan, “Papa, Mama, aku sudah berkeluarga. Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku”.

Dan entah kata-kata apalagi yang pernah kita ucapkan kepada orangtua. Bukan mustahil, itu yang menghambat Berkat dan kebahagiaan kita selama ini.


jodohkuuu.....

Rabu, 02 Januari 2013

Y allah..
bila dia bukan untukku,,
bila dia bukan jodohku,,
maka berilah ganti yang lebih baik buatnya..dan bantulah aku untuk memperbaiki diriku,,
ya allah..
bila ini bukan masanya,,
bila ini belum saatnya,,
jarakkan kami..pisahkan kami,,'agar kami jauh dari dosa dan perkara sia-sia..
agar kami tak mengundang murka-Mu,,
agar kami dapat lebih menjaga hati ..
dan bila doaku didengar,,
bila permintaanku Kau kabulkan,,,
bila asa membina jarak yang memisahkan..
bila waktu membina tembok yang merenggangkan,,
bila kami semakin jauh,,
ingatkan aku tentang doaku yang lalu..
ya allah..
bila itu terjadi,,
yakinkan aku,,
bahwa doaku didengar..agar dapat ku bujuk hati bahwa Kau sedang merencanakan yang terbaik..
bantulah aku menjalani hari..
bantulah aku menerima ketentuan dengan ketabahan agar terhapus semua kesedihan dan kekecewaan,,,
amiiiinn...^_^

ROAD TO JAPAN

Minggu, 30 Desember 2012

It's my target...:)
pokonyaa HARUS..!!!
saat mendapatkan formulir buat kerja dijepang dan kesempatan yang diberikan,,
i'm very happy.....^_^..yeaaaaa pengen teriak pake toa,,:D
SENENGNYA bener bener gak bisa diungkapin lagi...:)
japan...japan..bener bener impianku dari dulu..:)
tapi.....
ternyata malah telat daftarnya yang taun 2012..:(
terpaksa daftar buat yang taun depan..tapi tak apa menunggu sambil belajar bahasa jepang...:)
pokonyaaa...
japan.... tunggu aku yahh....^^

saya akan menapakkan kaki saya di tanah japan,,^_^

gambarimasuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.........

my sister's keeper

Minggu, 11 September 2011

waktu aku lagi ke toko buku aku liat novel yg judulnya "my sister's keeper..
pengen bangeeet beli tapi aku lagi boke..hhihi..
cukup aku baca resensi nya aja..hhihi...
ini niih...
Novel ini bercerita tentang seorang anak yang sengaja dilahirkan untuk menyelamatkan nyawa sang kakak, yang menderita leukemia.
Selama hidupnya, Anna Fitzgerald seperti menjadi sumber kehidupan bagi nyawa kakaknya, Kate Fitzgerald. Beberapa jam setelah Anna lahir, ia sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya, Kate. Setelah itu Anna menjalani puluhan operasi, transfusi darah, dan suntikan kecil, serta menjadi pendonor sumsum tulang belakang bagi kelangsungan hidup Kate yang menderita leukimia sejak lahir.
Bahkan, kehamilan dan kelahiran  Anna juga merupakan saran dokter ke pasangan Sara Fitzgerald dan Brian Fitzgerald. Sara harus melahirkan seorang anak lain demi menolong Kate. Anna pun lahir lewat proses bayi tabung.
Menginjak waktu remaja, Kate yang lemah divonis mengalami gagal ginjal, akibat kemoterapi yang dijalani selama bertahun-tahun. Tak ada pilihan lain, Sara yang sangat menyayangi Kate pun memohon Anna untuk memberikan salah satu ginjalnya kepada Kate.
Tak disangka, Anna yang saat itu baru menginjak usia 11 tahun, menolak permintaan Sara. Anna kini mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya. Sampai kapan dia harus terus menjadi penyuplai kebutuhan kakaknya? Hingga akhirnya dia mengambil keputusan untuk menggugat orangtuanya agar memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. Keputusan yang membuat keluarganya terpecah dan mungkin berakibat fatal untuk kakak yang teramat disayanginya.
Dengan berbekal duit tabungannya, Anna pun mendatangi pengacara Campbell Alexander. Ia menuntut kedua orangtuanya yang memaksa Anna memberikan ginjalnya.
“Jika kau menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup anakmu, apakah itu menjadikanmu ibu yang buruk?”

sedih banget kayaknya ni novel...pengeeen bacaaa....
tapi pas aku balik lagi ke toko buku itu novelnya uda gak ada...T_T


surat kecil untuk tuhan..

Sabtu, 10 September 2011

Beberapa bulan yg lalu ini saya mencoba untuk membaca buku, berawal dari lihat teman bawa buku. Lalu tertarik untuk membacanya, akhirnya saya pinjam. Dasar terlalu sibuk atau memang masih malas membaca, buku itupun hari ini harus dikembalikan. Dari sampul, sinopsis dan beberapa halaman yang sudah saya baca. Buku atau tepatnya novel yang berjudul Surat Kecil Untuk Tuhan itu mengisahkan seorang anak remaja yang menghadapi kanker ganas.
Surat Kecil Untuk Tuhan ini ditulis berdasarkan cerita nyata yang sebelumnya ditulis di blog oleh penulisnya. Diceritakan seorang remaja yang ingin jadi penyanyi bernama keke, tinggal bersama ayahnya. Mengalami kehidupan layaknya seorang remaja, sampai suatu ketika ia harus menerima kenyataan harus menderita kanker ganas dan segala kesedihannya. Untuk lebih jelasnya silahkan beli saja novelnya atau pinjam ke teman atau perpustakaan :D

Saya termasuk orang yang tak berani untuk melanjutkan atau membacanya keseluruhan karena takut sedih. Sama seperti orang yang tak mau melihat film horor karena takut. Setidaknya dengan membaca akan membawa kita dalam sebuah pemikiran dunia ini penuh dengan dinamika kehidupan. Perasaan kita dipermainkan sehingga lebih peka terhadap suatu suasana.
Setiap orang punya cerita hidupnya masing-masing. Dan mungkin saja cerita hidup itu tidak menyenangkan. Karena percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur, tidak semua cerita itu gembira bukan berarti itu tidak adil. Hanya bagaimana kita memandang dan menghadapi hidup ini dengan terus berpikiran positif.
Ketika tertawa terbahak-bahak mungkin pada waktu itu kita lupa, di sisi yang lain ada orang yang menangis. Atau ketika bersedih dengan kehidupan ini, kita lupa di sisi yang lain masih ada yang lebih menderita. Terus  menjaga diri, menempatkan pada posisi yang selalu bersyukur dengan apa yang diberikan. Percayalah Tuhan itu Maha Adil.

Dan ini surat nya...
...........Tuhan..........
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan diduna ini

..........Tuhan...........
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain

............Tuhan............
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-mu

..........Tuhan..........
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-mu

..........tuhan...........
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku untuk memandang langit dan bulan setiap harinya

..........Tuhan...........
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanitah seutuhnya

..........Tuhan...........
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku

..........Tuhan...........
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku

..........Tuhan...........
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali

Ke dunia yang kau berikan padaku............

IN MEMORIAN,
GITA SESA WANDA CANTIKA (19 JULI 1991-25 DESEMBER 2006)